Pages

Rabu, 18 Juli 2012

Legenda 3 kerajaan bagian 42

Teriakan Zhang Fei membawa kemenangan di jembatan Chang Ban

Liu Bei yg kalah mundur ke Hanjin.


Seperti telah diceritakan di bab sebelumnya, Zhao Yun berkuda melewati ratusan ribu pasukan cao2x dan membawa Liu Chan dibadannya. Kemudian dia dihalangai oleh 2 orang jendral Cao2x. Zhao Yun segera menerjang kearah kedua jendral itu, Zhong Jin yang maju pertama menggunakan kampak besar sekali. Zhao Yun menhindari tebasan kampak besarnya, lalu dia mengambil kesempatan untuk memukul badan Zhong Jin dengan tombaknya. Zhong Jin segera terjatuh dari kuda dan kesakitan, Zhao Yun yg tidak mau berlama-lama segera melarikan diri, tetapi Zhong Shen mengejarnya dari belakang dan siap menyerang dengan menggunakan tombak kampaknya. Hidung kuda Zhong Shen sudah sedemikian dekatnya dengan buntut dari kuda Zhao Yun, Lalu tiba2x Zhao Yun membalikan kudanya. Zhong Shen yang terkejut segera membacokkan tombaknya kearah kepala Zhao Yun. Zhao Yun menahan serangan itu dengan tombaknya yg berada ditangan kiri, sedangkan pedang sinar ditangan kanannya menebas kearah Zhong Shen. Hanya satu tebasan dan Zhao Yun menebas Zhong Shen melalui helm dan kepalanya. Zhong Shen terjatuh ketanah, mayatnya hanya memiliki sebagian kepala dengan potongan diagonal. Zhong Jin melihat hal itu segera melemparkan kapak besarnya kearah Zhao Yun, Zhao Yun langsung menbaskan pedangnya kearah kapak itu dan kapak itu terbelah menjadi dua dan jatuh ketanah. Dia segera melemparkan tombaknya kearah Zhong Jin dan Zhong Jin yang terperangah tidak dapat bergerak lalu mati tertusuk tombak perak Zhao Yun. Pasukannya yang melihat hal ini segera membubarkan diri dan lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Zhao Yun lalu mengambil lagi tombak peraknya dan segera pergi menuju jembatan Chang Ban.

Tetapi dibelakang dia segera tampak suara2x teriakan prajurit, dan juga debu2x berterbangan. Ternyata itu adalah Wen Pin dengan pasukan "Armored Tiger", pasukan elit cao2x yg mengejarnya. Kuda Zhao Yun sudah sangat kelelahan sehingga tidak dapat berlari lebih cepat lagi, walaupun begitu jembatan sudah sangat dekat didepan. Dari kejauhan dia melihat Zhang Fei yang sedang berdiri sendiri sedang berjaga didepan jembatan.

"Zhang Fei, Bantulah aku !!!" Teriak Zhao Yun.

"CEPATLAH !!!" Teriak Zhang Fei, "Aku akan menahan para pengejar !!!"

Akhirnya Zhao Yun dapat melewati jembatan itu.

Kira2x 7 Km kemudian Zhao Yun berhasil menemukan Liu Bei dan yg lainnya sedang beristirahat dibawah pepohonan. Dia segera turun dari kudanya, menangis, dan berlutut dihadapan tuannya itu. Air mata segera jatuh dari wajah liu bei melihat Zhao Yun berhasil kembali dengan selamat. Seluruh orang disana yang melihat Jubah Zhao Yun yang berwarna putih sudah menjadi merah semua dan tombaknya masih meneteskan darah segar.

Zhao Yun bersujud dan berkata, "Ini adalah kesalahanku. Kematian masih terlalu ringan sebagai hukumanku. Lady Mi sudah sangat terluka parah. Dia menolak naik keatas kudaku dan dia melompat kedalam sumur tua dan yang dapat kulakukan hanyalah untuk mengisi lobang sumur itu dengan bebatuan yang ada disekitarnya untuk membuatkannya makam. Tetapi aku membawa bayi itu dibadanku dan berhasil lolos dari kepungan pasukan cao2x. Aku harus berterima kasih pada keberuntungan tuan mudaku yg telah menyelamatkan hidupku didalam pertarungan itu dan akhirnya aku berhasil lolos. Awalnya bayi itu menangis cukup keras, tetapi setelah beberapa lama dia tidak mengeluarkan suara sama sekali. Aku takut aku juga tidak dapat menyelamatkan nyawanya."

Lalu Zhao Yun membuka jubahnya dan melihat, ternyata bayi itu masih tertidur dengan tenang.

"Anakmu masih hidup tuanku, dia tidak terluka sama sekali." Kata Zhao Yun tersenyum bahagia. Dia menyerahkan bayi itu sambil berlutut dihadapan liu bei dengan kedua tangannya.

Liu Bei mengambil anak itu dan membuangnya ketanah dengan marah serta berkata, "Demi menyelamatkan nyawa anak ini. Aku hampir kehilangan seorang jendral hebat !!!"

Zhao Yun segera mengambil bayi yg menangis kesakitan itu dan dia menangis seraya berkata, "Tuan, Bahkan jika nyawaku hilang, badanku musnah dan tulangku ditumbuk sehingga menjadi debupun, aku rela. Aku tidak akan pernah dapat membalas kebaikan tuanku !!!"

Akhirnya Liu Bei memegang tangan Zhao Yun dan membantunya berdiri, dia juga menangis. Liu Chan kemudian diserahkan pada Lady Gan untuk dirawat. Dan Zhao Yun juga diperintahkan untuk dirawat luka2xnya.

Sementara itu....

Wen ping dan pasukannya yang mengejar Zhao Yun segera berhenti diseberang jembatan ketika dia melihat Zhang Fei dengan muka sangarnya dan matanya yang menatap mereka dengan penuh amarah. Mereka melihat dia sedang berdiri didepan jembatan seorang diri. Mereka juga melihat awan debu berterbangan dibelakang pepohonan disisi2x jalan itu. Wen Pin berpikir bahwa pasti ada jebakan jika mereka melanjutkan menyebrangi jembatan. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan tidak berani melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian Cao Ren, Xiahou Dun, Xiahou Yuan, Li Dian, Yue Jing, Zhang Liao, Xu Chu, Zhang He dan yang lainnya segera tiba disana dengan pasukan besar. Mereka semua tidak ada yang berani maju karena takut dengan wajah sangar Zhang Fei dan juga kemungkinan adanya jebakan disana yang telah dipersiapkan Zhuge Liang. Mereka mengatur formasi pasukannya dan berhenti disana, serta segera mengirim orang untuk memberitahukan kepada cao2x mengenai posisi mereka.

Segera setelah utusan itu tiba dan memberitahu pada cao2x, dia segera naik keatas kudanya dan pergi menuju jembatan itu. Zhang Fei menatap seluruh pasukan cao2x yang sedang membentuk formasi, kemudian dia melihat payung sutera dan juga panji2x perang tiba dan menyimpulkan bahwa cao2x telah datang sendiri untuk melihat keadaan.

Lalu dengan suara yang sangat dahysat dia berteriak, "AKU ADALAH ZHANG FEI DARI YAN. SIAPA YANG BERANI MELAWANKU !!!"

Suara ini seperti suara petir dilangit, gemuruhnya seperti bumi sedang berguncang. Hal ini mengetarkan hati pasukan cao2x dan dia memerintahkan untuk menyingkirkan payung itu.

Berbalik pada para jendralnya, "Guan Yu berkata bahwa adiknya Zhang Fei adalah orang yang sanggup menerobos ratusan ribu pasukan dan mengambil kepala komandannya semudah dia mengambil barang dari saku bajunya sendiri. Sekarang dia adalah terror yang ada didepan kita dan kita harus berhati-hati."

Setelah dia selesai berbicara, Lagi suara yg menyeramkan itu terdengar lagi, "AKU ADALAH ZHANG FEI DARI YAN, SIAPA YANG BERANI MELAWANKU !!!"

Cao2x yg melihat bahwa musuhnya itu sungguh menakutkan dan tampak sangat kuat, menjadi ketakutan dan tidak dapat memutuskan apapun kecuali memerintahkan pasukannya mundur.

Zhang Fei yang melihat pergerakan pasukan musuh, segera memutar-mutar tombaknya diatas kepalanya dan menghujamkannya keatas tanah. Kemudian dia berteriak ,"APA MAKSUDNYA INI !!! KAU TIDAK MELAWAN DAN MELARIKAN DIRI SEMENTARA AKU HANYA SEORANG DIRI !!!!"

Teriakan yang terakhir ini begitu kencangnya sehingga membuat salah satu staff cao2x, Xiahou Jie terkejut dan dia pun jatuh lalu mati. Teriakan terakhir Zhang Fei itu juga membuat kuda2x menjadi panik dan tidak bisa dikendalikan, banyak kuda2x menginjak-injak pasukan cao2x sehingga menimbulkan korban jiwa. binantang2x dan burung2x dihutanpun segera berlarian keluar mendengar teriakan Zhang Fei. Pasukan cao2x berlarian kesegala arah menyelamatkan diri seperti seorang bayi yang ketakutan mendengar bunyi petir dikala hujan. Banyak dari mereka yang lari meninggalkan tombak dan pedang mereka, maupun barang bawaan mereka dan lari. Gelombang kepanikan melanda mereka semua, kuda2x berlarian sesuka mereka dan tidak dapat dikendalikan. Tidak ada lagi dari mereka yang berpikir apapun kecuali pergi sejauh-jauhnya dan banyak teman2x mereka mati terinjank-injak teman sendiri.

Tentara cao2x yang panik segera pergi menuju arah barat. Cao2x kehilangan helmnya dan rambutnya terurai. Kemudian Zhang Liao dan Xu Chu datang kepada dia dan membantunya menghentikan kudanya. Ketakutan telah membuat cao2x kehilangan kontrol diri.

"Jangan takut tuanku," Kata Zhang Liao, "Lagipula Zhang Fei hanyalah satu orang dan tidak perlu kau takuti begitu rupa. Jika kau kembali dan menyerang maka kau akan berhasil menangkap musuhmu."

Pada saat itu akhirnya cao2x dapat mengurangi ketakutannya dan mulai menggunakan otaknya lagi. Kedua jendral itu diperintahkan kembali ke sungai untuk melakukan pengintaian.

Zhang Fei yang melihat pasukan musuh yang kacau balau tidak berani mengejar. Tetapi, dia memerintahkan prajurit2xnya yang bersembunyi dihutan dan membuat debu segera keluar dan membantunya menghancurkan jembatan. Setelah ini selesai, dia pergi melapor kepada kakaknya dan menceritakan mengenai dia menghancurkan jembatan itu.

"Kau adalah pemeberani dan tidak ada yang memiliki keberanian lebih daripadamu. Tetapi aku bukalah ahli strategi." Kata Liu Bei.

"Apakah maksudmu, kakak ?"

"Cao2x adalah seorang pemikir, kau bukanlah tandingannya. Penghancuran jembatan itu akan membuatnya mengejar kita."

"Jika dia lari akibat teriakanku, pikirmu dia akan berani kembali ?"

"Jika kau membiarkan jembatan itu, dia mungkin akan berpikir bahwa akan ada jebakan dan tidak berani melintas. Tetapi sekarang karena jembatan itu telah kau hancurkan, artinya kau memberitahu pada dia bahwa kita dalam keadaan lemah dan takut, dan dia akan segera mengejar. Dia tidak akan kesulitan untuk membuat jembatan. Pasukannya sanggup untuk menutup seluruh sungai sekaligus."

Lalu perintah segera diberikan untuk bergerak, dan mereka melawati daerah jalan setapak menuju Han Jin melewati daerah Min Yang.

kedua jendral yang dikirm cao2x segera kembali dan berkata, "Jembatan telah dihancurkan dan Zhang Fei telah pergi."

"Ini artinya dia takut", Kata Cao2x.

Cao2x segera memerintahkan untuk mengirim 10.000 prajurit membangun sebuah jembatan baru yang harus selesai malam nanti. Perintah hukuman mati bagi ke 10.000 prajurit itu dikeluarkan jika mereka gagal.

Li Dian berkata, "Aku khawatir ini adalah salah satu akal licik Zhuge Liang, Jadi berhati-hatilah."

"Zhang Fei hanyalah seorang pendekar gagah berani, tetapi tidak ada tipu muslihat yang dapat dilakukannya." Kata Cao2x.

Dia memerintahkan untuk segera bergerak maju pada pasukannya begitu jembatan selesai.

Liu Bei secepatnya pergi ke Han Jin. Tiba2x dibelakangnya muncul awan debut dan suara teriakan prajurit serta bunyi genderang perang.

Liu Bei segera gelisah dan berkata, "Didepan kita ada sungai besar, dibelakang pasukan pengejar, Apakah masih ada harapan unutk kita ?"

Dia segera memerintahkan Zhao Yun dan Zhang Fei mengatur pertahanan dibelakang, dan memerintahkan para pejabat lainnya dan orang yg tidak dapat berperang untuk segera melanjutkan perjalanan.

Sekarang cao2x telah mengatur formasi pasukannya dan berkata, "Liu Bei seperti ikan didalam bejana, seperti harimau didalam parit. Tangkaplah dia kali ini, atau ikan akan kembali kelaut dan harimau kembali keatas gunung. Oleh sebab itu setiap jendral harus mengerahkan kemampuan terbaiknya. yang dapat menangkapnya akan dinaikan pangkatnya 3 tingkat."

Akhirnya seluruh pemimpin memrintahkan agar pasukannya bergerak lebih cepat. Dan mereka mengejar dengan kecepatan tinggi, Wen Pin dengan 1.000 pasukan elitnya yang tersisa sampai pertama kali dan berhadapan dengan Zhao Yun berserta 500 prajuritnya , sementara Zhang Liao dan Xu Chu berserta 10.000 prajuritnya mengambil jalan besar dan bertemu dengan Zhang Fei berserta 500 prajuritnya. Zhao Yun bertarung mati2xan melawan Pasukan elit yang dipimpin Wen Pin, 1/2 pasukan Zhao Yun sudah habis dalam waktu yang singkat sementara hanya beberapa belas saja pasukan elit itu yang mati. Dilain sisi Zhang Fei kewalahan menghadapi Zhang Liao dan Xu Chu, pasukan Zhang Fei nyaris musnah semua dan dia hampir terkepung. Zhang Fei dan Zhao Yun serta pasukannya yang tersisa segera mundur sampai ke perempatan Ming Yang. Disana mereka tetap dikejar oleh pasukan2x cao2x dan berdua dengan hanya tersisa 100an orang pasukan mereka mempertahankan jalan itu agar liu bei dan yang lainnya dapat lari. Akhirnya tinggalah tersisa Zhang Fei dan Zhao Yun berdua dan mereka melarikan diri sampai kedaerah perbukitan.

Pasukan cao2x segera mengejar mereka dan sampai juga didaerah perbukitan, Xu Chu, Zhang Liao, Xiahou Dun dan Xiahou Yuan menyusul dari belakang membawa lebih dari 50.000 prajurit. Setelah sampai disana, tiba2x dari sisi bukit muncul pasukan baru dan ada suara berteriak, "Aku Telah Menunggu Lama sekali disini !!!"

Pemimpin pasukan itu segera mengangkat golok naga hijau ditangannya an mengendarai kuda berwarna merah. Dia tidak lain adalah Guan Yu yang pergi ke Jiang Xia untuk meminta bantuan dan telah kembali dengan 10.000 prajurit unutk membantu Liu Bei. Setelah mendengar mengenai pertempuran itu, dia mengambil jalan pintas untuk memotong jalur pengejaran cao2x.

Segera setelah Guan Yu muncul, cao2x berhenti dan berkata pada jendral2xnya, "Disinilah kita, tertipu lagi oleh akal Zhuge Liang !"

Guan Yu berkuda menuruni bukit dan membantai pasukan cao2x semudah mencabut rumput dari tanah. Pasukan Elit Cao2x berjatuhan dari atas bukit seperti bukit runtuh, Wen Pin segera memerintahkan pasukannya mundur. Prajurit2x yang lain yang mencoba menahan Guan Yu akhirnya bergelimpangan tak bernyawa dikaki bukit. Melihat hal ini tanpa pikir panjang lagi, cao2x langsung memerintahkan pasukannya untuk mundur. Guan Yu terus menghabisi barisan belakang pasukan cao2x dan mengikuti mereka sejauh 3 Km lagi dan kemudian dia kembali Han Jin untuk mengawal kakaknya menuju sungai. Disana perahu telah disiapkan, dan Liu Bei berserta keluarga segera naik keatas kapal. Ketika semua telah seslai, Guan Yu bertanya dimanakan kakak iparnya, Lady Mi. Lalu Liu Bei menceritakan kisahnya di Dang Yang.

"Ahhh!!!" Kata Guan Yu, "Jika saja kau menerima nasehatku ketika hari perburuan di Xutian, kita pasti tidak akan menderita seperti hari ini."

"Tetapi," Kata Liu Bei, "Hari itu keadaanNya adalah 'Peralatan pecah ketika mengusir tikus' "

Ketika Liu Bei berkata seperti itu, Dia mendengar bunyi genderang perang dari arah selatan. Sekelompok kapal perang, banyaknya seperti semut, datang dengan kecepatan penuh. Dia langsung gelisah.

Perahu2x itu mendekat. Disana dia melihat seorang pemuda mengenakan helm perak berdiri di anjungan paling depan.

Pemimpin itu berteriak, "Apakah kau baik2x saja paman Liu Bei ? Aku sangat bersalah datang terlambat."

Itu adalah Liu Qi, Dia segera bersujud ketika kapal mereka merapat. "Aku mendengar kau ada dalam bahaya karena cao2x dan aku datang untuk membantumu."

Liu Bei menyambut Liu Qi dengan sangat senang, dan sisa2x prajuritnya yang tidak lebih dari 2.000 prajurit segera bergabung dengan pasukan besar itu. Seluruh perahu berlayar kearah barat laut, Mereka semua menceritakan pengalamannya masing2x.

Tiba2x di sebelah barat daya muncul barisan kapal perang yang mendekat dengan kecepatan penuh.

Liu Qi berkata, "Seluruh pasukan dan kapalku ada disini dan sekarang ada musuh datang. Jika mereka bukan milik cao2x, mereka pasti berasal dari dataran selatan. Apa yang harus kita lakukan sekarang ?"

Liu Bei pergi ke atas anjungan dan melihat siapakah mereka. Kemudian dia melihat seorang berpakaian pendeta tao mengenakan topi putih terbuat dari sutra dan memengang kipas bulu sedang duduk diatas dek kapal. Dia mengetahui itu pasti Zhuge Liang dan yang berdiri dibelakangnya adalah Sun Qian.

Ketika mereka telah mendekat, Liu Bei bertanya pada Zhuge Liang bagaimana dia dapat sampai kemari.

Dan Zhuge Liang melaporkan apa yang telah dia lakukan, "Ketika aku sampai di Jiang Xia. Aku mengirim Guan Yu untuk mendarat di Han Jin dengan bala bantuan, karena aku takut cao2x akan mengejar dan aku tahu kau akan mengambil jalan ke han jin dan bukan Jiang Ling. Lalu aku meminta keponakanmu untuk pergi menemuimu terlebih dahulu sementara aku ke Xiakou untuk mengumpulkan tentara sebanyak mungkin."

Tambahan pasukan ini semakin memperkuat rombongan Liu Bei dan mereka mulai mempertimbangkan bagaimana dapat mengatasi musuh mereka yang kuat.

Kata Zhuge Liang ,"Xiakou cukup kuat dan merupkan tempat yang strategis. Daerah itu juga kaya dan cocok untuk ditinggali dalam jangka waktu panjang. Aku ingin meminta padamu, tuanku, untuk membuat itu sebagai daerah permanen. Keponakanmu dapat pergi ke Jiang Xia untuk mempersiapkan angkatan laut dan melatih pelaut2x. Akhirnya kita akan dapat membuat posisi yang mengancam kedudukan cao2x dari dua sisi sungai. Jika kita semua kembali ke Jiang Xia, Posisi kita akan lebih lemah."

Liu Qi menjawab, "Kata2x Guru naga sangatlah benar, tetapi aku berharap pamanku mau tinggal sebentar di Jiang Xia sampai pasukan dapat beristirahat dan diatur kembali. Lalu pamanku dapat melanjutkan perjalanan ke Xiakou."

"Saranmu cukup bagus keponakanku." Jawab Liu Bei.

Dia lalu memerintahkan Guan Yu untuk membawa 5.000 prajurit ke Xiakou. Dia, Zhuge Liang dan keponakannya pergi ke Jiang Xia

Ketika cao2x mendengar kabar bahwa Guan Yu telah membawa pasukannya untuk pergi ke Xiakou, dia khawatir bahwa akan ada pasukan yang lebih besar lagi dibelakangnya, lalu dia berhenti mengejar. Dia juga takut kalau Liu Bei akan mengambil Jiang Ling, lalu dia pergi kesana dengan segera.

Kedua pejabat dikota Jing Zhou, Deng Yi dan Liu Xin, telah mendengar kematian tuan mereka Liu Zong di Xiang Yang dan mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai kesempatan bertahan dari serangan Cao2x. Mereka memimpin penduduk Jing Zhou keluar dan menyerah. Cao2x masuk kedalam kota dan setelah mengembalikan keadaan serta meyakinkan rakyat, dia membebaskan Han Song dan memberi dia jabatan sebagai kepala dari penerima duta besar. Dia juga memberikan imbalan pada yang lainnya.

Lalu cao2x berkata, "Liu Bei telah pergi ke Jiang Xia dan mungkin akan bersekutu dengan daerah selatan, dan perlawanan terhadapku akan semakin gencar. Dapatkah dia dihancurkan ?"

Xun You berkata, "Keberhasilanmu telah menyebar luas. Oleh sebab itu kau boleh mengirim utusan pada Sun Quan untuk mengundang dia pada perburuan kekaisaran di Jiang Xia dan kalian berdua dapat membicarakan untuk menangkap Liu Bei, membagi Jing Zhou dengan Sun Quan dan membuat perjanjian yang adil. Sun Quan akan terlalu takut untuk tidak datang menemuimu dan dia pasti setuju."

Cao2x setuju dan dia segera mengirim utusan, dan dia juga mempersiapkan pasukannya--pasukan berkuda, infantri maupun angkatan lautnnya semua dia kumpulkan dan diatur kembali. Dalam perang melawan Liu Bei dan merebut Jing Zhou ,dia membawa 1.000.000 prajurit, Liu Bei waktu itu hanya memiliki kurang dari 20.000 prajurit dan setelah perang selesai, pasukan cao2x yang tersisa adalah 830.000 prajurit. Tetapi dia tetap menyebut mereka "1 juta pasukan langit". Penyerangan akan dilakukan dari darat dan laut pada saat yang bersamaan.

Pada saat ini pasukan angkatan laut cao2x baru saja tiba. Perahu2x itu dibariskan ditepi sungai dalam dua barisan. DiSebelah barat barisan itu mencapai Jiang Xia, Disebelah timur barisan itu mencapai QiChun. Perbentengan laut itu mencapai panjang sejauh 300 Li (150 Km).

Berita mengenai pergerakan cao2x dan kemenangannya mencapai Sun Quan. Lalu di kemahnya di Chaisang. Dia mengumpulkan para ahli strateginya untuk memutuskan sebuah rencana pertahanan.

Lu Su berkata, "Jing Zhou ada didepan perbatasan kita. Daerah itu sangat kuat dan memliki pertahanan alami, penduduknya makmur. Itu adalah daerah yang harus dimiliki seorang kaisar atau raja. Kematian Liu Biao baru2xi ini dapat memberikan alasan untukku pergi kesana dan menyampaikan bela sungkawa. Nanti ketika aku sampai disana aku akan mencari peluang untuk bertemu dengan Liu Bei dan meminta dia menggabungkan kekuataannya denganmu melawan Cao2x. Jika Liu Bei setuju maka keberhasilan akan ada dipihakmu."

Sun Quan berpikir bahwa ini adalah suatu rencana yang bagus, lalu dia mempersiapkan sebuah surat dan hadiah, dan mengirim Lu Su bersama dengan barang2x itu.

Sekarang Liu Bei sedang berada di Jiang Xia bersama Zhuge Liang dan Liu Qi, dia sedang menyusun rencana untuk mengalahkan cao2x.

Zhuge Liang berkata, "Kekuatan Cao2x teralalu besar untuk kita hadapi. Mari kita pergi ke daerah selatan dan meminta bantuan dari Sun Quan. Jika kita dapat mengadu antara Utara dan selatan, kita mungkin dapat mengambil keuntungan dari posisi kita yang berada ditengah diantara mereka berdua."

"Tetapi apakah mereka akan mau bergabung dengan kita ? " Kata Liu Bei, "Daerah selatan sangatlah luas dan memiliki banyak penduduk, dan Sun Quan juga memiliki ambisinya sendiri."

Zhuge Liang menjawab, "Cao2x dengan 1.000.000 prajuritnya menguasai seluruh sungai Han dan 1/2 dari sungai besar. Daerah Selatan pasti akan mencari cara untuk mengatasi hal ini. Jika ada utusan yang datang, aku akan meminjam perahu kecil dan pergi menyebrang sungai serta mempercayakan semuanya pada lidah kecilku ini untuk mengadu Utara dan selatan. Jika Selatan menang, kita akan membantu mereka menghancurkan Cao2x untuk mendapatkan Jing Zhou. Jika utara menang, kita akan mendapatkan keuntungan dari kemenangan itu unutk mendapatkan daerah selatan. Jadi kita akan mendapatkan keuntungan bagaimanapun juga hasilnya."

"Ini adalah rencana yang baik." Kata Liu Bei, "Tetapi bagaimana kau dapat mencari orang dari selatan untuk kau ajak bicara ?"

Pertanyaan Liu Bei langsung terjawab dengan kedatangan Lu Su, dan ketika perahunya merapat ketepi dan utusan turun kepinggir sungai, Zhuge Liang tertawa dan berkata, "Anggap saja masalah telah selesai !"

Berbalik pada Liu Qi , dia berkata, "Ketika Sun Ce meninggal, apakah daerahmu mengirim utusan untuk mengucapkan duka cita ?"

"Sangatlah tidak mungkin adanya duka cita dari pihak kami. Kami telah menyebabkan kematian ayah mereka, Sun Jian."

"Dapat kupastikan bahwa utusan ini tidak datang untuk memberikan bela sungkawa tetapi untuk memata-matai daerah ini."

Lalu kata dia pada Liu Bei, "Jika Lu Su bertanya mengenai pergerakan cao2x, kau akan berkata tidak mengetahui apapun. Jika dia mendesak masalah ini, katakan padanya untuk berbicara padaku."

Setelah menyiapkan rencana itu, mereka keluar untuk menyambut utusan2x itu, yang masuk kedalam kota dengan pakaian berkabung. Hadiah mereka diterima dengan baik, Liu Qi meminta Lu Su untuk bertemu Liu Bei. Ketika salam dan perkenalan telah usai, ketiga pria itu duduk didalam ruangan pribadi sambil meminum beberapa cangkir arak.

Kemudian Lu Su berkata pada Liu Bei, "Aku telah mengenalmu dari reputasimu, paman Liu Bei, tetapi baru hari ini aku dapat bertemu denganmu. Kau telah melawan Cao2x akhir2x ini jadi kukira kau mengetahui semua mengenai kekuatannya. Apakah dia memang memiliki pasukan yang besar ? Berapa banyak kau pikir dia mempunyai prajurit ?"

"Pasukanku sangatlah kecil dan kami langsung lari begitu mendengar kedatangannya. Jadi aku tidak tahu berapa besarkah pasukannya."

"Kau memiliki nasihat dari Zhuge Liang dan kau telah menggunakan api 2 kali terhadap cao2x. Kau membakar pasukannya sampai hampir tak bersisa, mana mungkin kau tidak mengetahui kekuatannya." Kata Lu Su.

"Tanpa bertanya pada penasehatku, aku benar2x tidak mengetahui detailnya."

"Dimanakah Zhuge Liang ? aku ingin melihat dirinya." Kata Lu Su.

Lalu mereka mengirim orang untuk memanggilnya dan dia segera diperkenalkan.

Ketika perkenalan telah berakhir, Lu Su berkata, "Aku telah lama mengagumi kejeniusanmu tetapi belum cukup beruntung untuk dapat menemuimu. Sekarang karena aku telah bertemu denganmu, aku harap aku dapat berbicara mengenai keadaan politik saat ini."

Jawab Zhuge Liang ,"Aku mengetahui semua kekuatan dan kelemahan cao2x, tetapi sangat kusayangkan kami tidak cukup kuat untuk melawannya. Itulah sebabnya mengapa kami menghindarinya."

"Apakah Paman Kaisar akan tetap berada disini ?"

"Paman Kaisar adalah teman dari Wu Ju, Gubernur Chang Wu dan berencana pergi ke sana."

"Wu Ju hanya mempunyai sedikit pasukan dan persediaan yang tidak cukup. Dia tidak dapat menjamin keselamatannya sendiri. Bagaimana dia dapat menerima paman Liu ?" Tanya Lu Su.

"Changwu bukanlah tempat untuk bertahan lama, tetapi cukup baik untuk saat ini. Kita dapat membuat rencana lain dikemudian hari."

Lu Su berkata, "Sun Quan sangat kuat dan berada di 6 wilayah selatan dan memiliki banyak persediaan. Dia memperlakukan orang dengan baik dan pelajar dengan kerendahan hati sehingga mereka semua berkumpul disisinya. Sekarang jika kau ingin mencari rencana untuk tuanmu, kau tidak ada pilihan lain selain mengirim seseorang untuk menjalin hubungan persahabatan dengannya."

"Tidak pernah ada hubungan apapun antara tuanku dan tuanmu." Kata Zhuge Liang, "Aku khawatir hanya akan ada ke sia-siaan. Lagipula kami tidak memiliki orang yg tepat untuk dikirimkan."

"Kakak tertuamu, Zhuge Jin ada bersama kami dan menjadi penasehat bagi tuanku. Aku hanya seorang sederhana, tetapi aku akan sangat senang untuk membicarakan masalah negara dengan tuanku dan dirimu."

Liu Bei berkata, "Tetapi Zhuge liang adalah penasehatku," Kata Liu Bei, "Dan aku tidak dapat berbuat apapun tanpa dirinya. Dia tidak dapat pergi."

Lu Su mendesak dia, Liu Bei berpura-pura tidak mengijinkan pergi.

"Ini sangat penting, aku harap kau memberikan ijin padaku untuk pergi." Kata Zhuge Liang.

Lalu Liu Beipun setuju dan segera mereka berpamitan. Kedua orang itu pergi dengan perahu menuju markas besar Sun Quan.
 

Blog Archive